sambutlah pagi dengan senyum kedamaian hingga gelap terbaring di pangkuanmu "( greet the morning with a smile of peace until dark was lying in your lap )"

Friday, July 17, 2020

Puisi Sedih Cinta " BERANJAK TERTINGGAL "


TUDUNG PENGABDIAN MENUAI LUKA BERANJAK TERTINGGAL.
TERDENGAR JELAS SEBUAH PENGHARAPAN GUGUR
LELAH SALING MEREBUTKAN KEBENARAN.
KATA YANG SELAMAT TERUCAP DI LISANMU
MEMANGGIL TUBUHKU MENGGIGIL.
DAN KATA TINGGAL YANG TERPUTUS
KAU SAMBUNGKAN DIAKHIR PERTIKAIAN.

TEGAR AKU MASIH MENATAP LURUS MENIKMATI WAJAHMU.
BERIRINGAN DENGAN NAFAS YANG BERAT
MENCOBA MENGHIRUP BERLAHAN LAHAN.
SEMAKIN SESAK TERHIMPIT KENYATAAN
MEREBUT MELEPAS KATA IKHLAS.
SEMAKIN LAMA MEMBENTUK LUKA TAK BERDARAH.

TABURAN PERPISAHAN MENINGGALKAN BUNGA TANPA TANGKAINYA.
MEREJAM HATI.
TERDIAM.
MENERIMA SAYATAN KEPEDIHAN.
KAU TERUS BERGERAK MELANGKAH MUNDUR
MEMBAWA TANGISAN MENYAKITKAN.
BERANJAK PERGI DENGAN CAHAYAMU
YANG ESOK HARI AKAN MEMBUATKU REDUP.

SENYUM MANIS YANG AKU BERIKAN PADAMU BUKAN TANPA ALASAN.
SEMUA UNTUK KEPUTUSANMU AGAR LAYAK KAU BENARKAN.
MERINGANKAN BEBAN LANGKAHMU MENUJU JAUH.
MENGHAMPIRI PEMBARINGAN YANG LAYAK KAU SINGGAHI DAN KAU SEBUT KEPANTASAN.

TAPI DALAM HATI.
ADA RASA SEPERTI LETUPAN DAHSYAT.
LAYAKNYA BOM ATOM YANG MERATAKAN HIROSHIMA.
MATI BERDIRI TEGAK
TANPA BERSERAKAN.




VIDEO FULL :  https://youtu.be/otuXDbpCop0

Monday, December 2, 2019

Catatan We Peace (WP)







Catatan We Peace adalah sebuah chanel youtube yang menyuguhkan konten tentang PUISI (KEHIDUPAN, PERSAHABATAN, CINTA DLL). 

Chanel ini mulai terdaftar di youtube pada bulan mei 2018 dan aktif membuat konten pada bulan maret 2019. 

Beranda chanel : https://www.youtube.com/c/WePeace

Dukung chanel ini dengan mengklik ((( SUBSCRIBE )))


Semoga bermanfaat dan Thank you.


Sunday, March 24, 2019

5 NEGARA TANPA HUTANG DI DUNIA



<iframe width="480" height="270" src="https://www.youtube.com/embed/KtGXSffaOB0" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

https://youtu.be/KtGXSffaOB0

Thursday, January 18, 2018

ASPEK STRATEJIK PENGEMBANGAN SDM

1.   Strategi Organisasi dan Pengembangan SDM
Luoma mengemukakan, bahwa ada tiga pendekatan dalam pengembangan SDM, yaitu pendekatan berdasarkan kebutuhan, pendekatan oportunistik dan pendekatan yang didasarkan pada konsep yang menganggap bahwa kapabilitas adalah kunci untuk mempertahankan keunggulan kompetitif.
Pendekatan berdasarkan kebutuhan menganggap bahwa strategi pengembangan SDM adalah untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kekurangan keterampilan dalam kaitannya denga strategi organisasi, jadi pendekatan jenis ini bersifat reaktif.
Pendekatan oportunistik menganggap bahwa strategi pengembangan SDM lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal dari pada faktor internal. Pada pendekatan ini dibuat ide pendahuluan untuk pengembangan SDM di organisasi secara umum yang berasal dari studi kasus, benchmarking, dan lain-lain.
Pendekatan ketiga menganggap bahwa kapabilitas adalah kunci untuk mempertahankan keunggulan kompetitif, pendekatan ini bersifat proaktif, karena memfokuskan diri pada keadaan organisasi yang diinginkan dimasa mendatang.
Dalam pelaksanaannya, ketiga pendekatan tersebut seringkali dipergunakan secara bersamaan dan disesuaikan dengan kondisi perusahaan / organisasi saat ini dan pengembangan yang diinginkan dimasa mendatang.
2.   Integrasi antara Strategi Pengembangan SDM dan Strategi SDM yang Lain
Didalam pengelolaan SDM, antara strategi fungsi SDM yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dilihat sebagai bagian yang terpisah, tetapi harus dilihat sebagai suatu yang komprehensif.
Sebagai contoh adalah dampak strategi pengembangan SDM terhadap fungsi perekrutan dan seleksi, bila fungsi pengembangan SDM dapat mengembangkan karyawan dengan baik, maka tidak diperlukan mencari tenaga dari luar perusahaan, artinya tidak diperlukan perekrutan eksternal.



STRATEGIC ASPECT OF HR DEVELOPMENT

1.    Organization Strategy and Human Resource Development
Luoma argues that there are three approaches in human resource development: the need-based approach, the opportunistic approach and the approach based on the concept that capability is the key to maintaining a competitive advantage.
A needs-based approach assumes that the HR development strategy is to identify and correct skills shortages in relation to organizational strategy, so this type of approach is reactive.
The opportunistic approach assumes that HR development strategies are more influenced by external factors than internal factors. In this approach, a preliminary idea for the development of human resources in the organization in general derived from case studies, benchmarking, and others.
The third approach assumes that capability is the key to maintaining a competitive advantage, this approach is proactive, because it focuses on the desired organizational conditions in the future.
In practice, these three approaches are often used simultaneously and adapted to current corporate / organizational conditions and future desirable developments.
2.    Integration between Human Resource Development Strategy and Other Human Resource Strategy
In HR management, between HR strategy strategies with one another can not be seen as a separate part, but must be seen as a comprehensive one.

An example is the impact of human resource development strategies on recruitment and selection functions, if the HR development function can develop employees well, it is not necessary to seek outside personnel, meaning no external recruitment is required.

DEFENISI PENGEMBANGAN SDM



Pengembangan adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konsepsual, dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/jabatan melalui latihan dan pendidikan.
Jenis-jenis pengembangan SDM terdiri dari :
1.    Pengembangan secara informal
Pengembangan secara informal yaitu pegawai atas keinginan dan usaha sendiri melatih dan mengembangkan dirinya dengan mempelajari buku-buku literatur yang ada hubungannya dengan pekerjaan atau jabatannya. Hal ini bermanfaat bagi perusahaan karena prestasi kerja pegawai semakin besar, disamping efesiensi dan produktivitasnya juga semakin baik.
2.    Pengembangan secara formal
Pengembangan secara formal yaitu pegawai ditugaskan oleh perusahaannya untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan, baik yang dilakukan oleh perusahaan maupun yang dilaksanakan oleh lembaga-lembaga pendidikan atau pelatihan. Pengembangan secara formal dilakukan perusahaan karena tuntutan pekerjaan saat ini ataupun masa datang, yang sifatnya nonkarier atau karier seorang pegawai.


DEFENSEY OF HR DEVELOPMENT
Development is an attempt to improve the technical, theoretical, conceptual, and employee morale skills in accordance with the needs of work / occupation through training and education.
The types of human resources development consist of :
1.    Development informally
The informal development of employees on their own will and effort to train and develop themselves by studying literature books that have to do with work or position. This is beneficial for the company because the employee performance is getting bigger, besides the efficiency and productivity also getting better.
2.    Formal development

Formal development is the employee assigned by the company to attend education and training, whether conducted by the company or conducted by educational institutions or training. Formal development is done by the company because of the demands of current or future employment, which are noncariary or an employee's career.

Tuesday, January 16, 2018

ASPEK KUNCI DALAM PENGEMBANGAN KARYAWAN




Merupakan perencanan mengenai cara bagaimana kualitas dari sumber daya manusia yang dimiliki mampu berkembang ke arah yang lebih baik, meningkat kemampuan kerja, skill dan memiliki loyalitas yang baik terhadap organisasi atau perusahaan. Pengembangan sumber daya manusia dibutuhkan untuk kelangsungan sebuah organisasi atau perusahaan berkembang secara lebih dinamis.
Sebab sumber daya manusia merupakan unsur paling penting di dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Para karyawan bukanlah mesin yang bisa selalu ditekan tenaganya bagi kelangsungan perusahaan, sebaiknya pihak perusahaan punya strategi bagaimana langkah yang harus diambil untuk memberikan kesempatan agar SDM yang ada bisa berkembang lebih baik.
Apa saja strategi pengembangan SDM yang bisa Anda coba terapkan pada organisasi atau perusahaan Anda? berikut ini diberikan beberapa cara yang bisa Anda lakukan sebaga upaya strategi pengembangan SDM tersebut:
1.    Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menyumbangkan ide
Karyawan sebagai bagian dari perusahaan merupakan unsur yang turut mendukung berjalannya sebuah bisnis usaha atau roda organisasi. Meskipun secara fisik modal atau hak menjalankannya ada di tangan kita, namun sangat penting bagi kita mendengarkan masukan atau ide-ide dari para karyawan. Sebab boleh jadi meskipun ia hanya seorang karyawan namun memiliki gagasan yang lebih fresh dan dibutuhkan oleh perusahaan.
Sikap otoriter seorang pimpinan perusahaan untuk tidak mendengarkan apa yang menjadi masukan dan ide-ide dari seorang karyawan akan membuat upaya strategi pengembangan SDM berjalan lamban. Sebab karyawan merasa tidak diberi ruang kebebasan untuk menunjukkan potensi.
Kewajiban seorang pimpinan perusahaan juga mendengarkan apa yang disuarakan oleh bawahan, tanpa adanya kelapang dadaan seorang pemimpin dalam mendengarkan ide atau usulan dari bawahannya, bisa dipastikan karyawan tidak akan berkembang, terlebih jika Anda memperlakukan karyawan seperti mesin kerja yang hanya digunakan untuk kepentingan bisnis perusahaan.
2.    Pemberian reward dan punishment
Hal lain yang bisa menjadi strategi pengembangan SDM adalah upaya apresiasi terhadap hasil kerja dari karyawan. Apresiasi dibutuhkan untuk lebih memotivasi seorang karyawan terhadap cara kerjanya di perusahaan. Apresiasi yang baik diberikan kepada mereka yang memang memiliki dedikasi yang baik pada perusahaan, mampu menyumbangkan ide dan gagasan yang baik serta memiliki loyalitas terhadap perusahaan. Sementara punishment diberikan guna membuat karyawan tersadar dari kelalaian atau kesalahan kerjanya.
3.    Mengupayakan berbagai pelatihan
Strategi pengembangan SDM yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana upaya yang dilakukan oleh pihak perusahaan untuk terus meningkatkan skill dan kemampuan seorang karyawan sesuai dengan ranah kerjanya. Pelatihan-pelatihan sangat penting untuk diadakan, perusahaan lah yang bertanggung jawab untuk mengadakan upaya peningkatan kemampuan dan skill terhadap para karyawannya.
Strategi pengembangan SDM pada hakikatnya bukan hanya untuk kepentingan personal seorang karyawan namun juga untuk kebutuhan jangka panjang perusahaan.Strategi pengembangan SDM yang baik tak hanya akan membuat perusahaan Anda menjadi lebih dinamis, namun juga hubungan Anda sebagai pemimpin perusahaan dengan para karyawan dapat berjalan lebih harmonis. Sebab karyawan bukan lah mesin, maka manusia kan lah seorang karyawan yang sudah bekerja keras untuk kelangsungan bisnis Anda.
Perusahaan yang akan sukses adalah perusahaan yang mengerti bagaimana pentingnya dan apa upaya-upaya yang harus diwujudkan untuk melaksanakan strategi pengembangan SDM tersebut. Hubungan seorang karyawan dan pimpinan bukan hanya terikat atas hubungan kerja, namun secara manusiawi keduanya juga saling berinteraksi, maka strategi pengembangan SDM merupakan bentuk apresiasi seorang pimpinan terhadap karyawan dalam aspek humanis.



KEY ASPECTS IN EMPLOYEE DEVELOPMENT

It is a plan of how the quality of human resources is capable of developing in a better direction, increasing the ability of work, skill and have a good loyalty to the organization or company. Human resource development is needed for the continuity of an organization or a developing company in a more dynamic way.
Because human resources are the most important element in an organization or company. Employees are not machines that can always be suppressed for the survival of the company, the company should have a strategy how steps should be taken to provide opportunities for existing human resources can develop better.
What are some HR development strategies you can try to apply to your organization or company? here are some ways you can do as an effort of HR development strategy:
1.     Provide an opportunity for employees to contribute ideas
Employees as part of the company is an element that helped support the running of a business or organization wheels. Although the physical capital or the right to run it is in our hands, but it is very important for us to listen to feedback or ideas from the employees. For maybe even though he is just an employee but has a more fresh idea and needed by the company.
The authoritarian attitude of a corporate leader not to listen to what the input and ideas of an employee will make the HR development strategy effort slow. Because employees feel not given the freedom room to show potential.
The duty of a company leader also listens to what the subordinates voiced, without the presence of a leader in listening to ideas or suggestions from his subordinates, it is certain that employees will not develop, especially if you treat employees like machines that are only used for the business interests of the company.
2.     Giving rewards and punishment
Another thing that can be a HR development strategy is an effort to appreciate the work of employees. Appreciation is needed to further motivate an employee about how it works in the company. Good appreciation is given to those who do have a good dedication to the company, able to contribute ideas and good ideas and have a loyalty to the company. While punishment is given to make employees wake up from negligence or work errors.
3.     Striving for various trainings
HR development strategy is no less important is how the efforts made by the company to continue to improve the skills and abilities of an employee in accordance with the realm of work. Training is very important to be held, the company is responsible for making efforts to improve the skills and skills of its employees.
The HR development strategy is essentially not just for the personal benefit of an employee but also for the company's long-term needs. A good HR development strategy will not only make your company more dynamic, but your relationship as a corporate leader with employees can run more harmoniously. Because employees are not machines, then humans are an employee who has worked hard for the continuity of your business.

Companies that will succeed are companies that understand how important and what efforts should be realized to implement the HR development strategy. The relationship of an employee and the leader is not only tied to the working relationship, but humanely they are also interacting each other, then the strategy of human resource development is a form of appreciation of a leader of the employees in the humanist aspect.


Tuesday, January 2, 2018

KELEBIHAN LEASING SEBAGAI SUMBER PEMBIAYAAN




Leasing sebagai alternatif sumber pembiayaan memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan sumber-sumber pembiayaan lainnya antara lain sebagai berikut:
1.    Pembiayaan Penuh
Transaksi leasing sering dilakukan tanpa perlu uang muka dan pembiayaannya dapat diberikan sampai 100% (full pay out). Hal ini akan membantu cash flow terutama bagi perusahaan (lessee) yang beru berdiri atau beroperasi dan perusahaan yang mulai berkembang.
2.    Lebih Fleksibel
Dipandang dari segi perjanjiannya, leasing lebih luwes karena leasing lebih mudah menyesuaikan keadaan keuangan lessee dibandingkan dengan perbankan. Pembayaran angsuran secara berkala akan ditetapkan berdasarkan pendapatan yang dihasilkan lessee sehingga pengaturan pembayaran angsuran secara berkala dapat disesuaikan dengan pendapatan yang dihasilkan objek yang di-lease. Artinya pembayaran sewa baru dilakukan setelah barang modal yang di-lease tersebut telah mulai produktif. Selain itu perusahaan leasing dapat melakukan pengaturan pembayaran yang menggelembung (baloon payment) pada awal atau akhir masa lease, pembayaran musiman (khusus apabila lessee bergerak dalam bidang pertanian, perkebunan atau peternakan) bahkan mungkin pula suatu tenggang waktu pembayaran yang sesuai dengan keadaan keuangan lessee.
3.    Sumber Pembiayaan Alternatif
Leasing merupakan sumber pembiayaan lain bagi perusahaan tanpa mengganggu fasilitas kredit (credit line) yang telah dimiliki. Dari segi jaminan leasing tidak terlalu menuntut adanya jaminan tambahan yang lebih banyak dibandingkan apabila lessee memperoleh pinjaman dari pihak lainnya. Karena hak kepemilikan sah atas objek lease serta pengaturan pembayaran lease sesuai dengan pendapatan yang dihasilkan oleh objek lease sehingga merupakan jaminan bagi leasing itu sendiri. Dengan demikian harta yang telah dijaminkan untuk kredit tetap dapat menjamin kredit yang sudah ada.
4.    Off Balance Sheet
Tidak adanya ketentuan keharusan mencantumkan transaksi leasing dalam neraca memberi daya tarik tersendiri kepada lessee karena tanpa mencantumkan sebagai aktiva berarti prosedur pembelian barang tidak perlu dipenuhi secara terperinci karena mungkin masih dalam batas kewenangan direksi (seringkali kewenangan pembelian barang modal baru sah apabila disetujui Dewan Komisaris atau bahkan Rapat Pemegang Saham). Dengan demikian keputusan secara cepat dan tepat dapat lebih mudah dilakukan oleh direksi. Di pihak lain, tanpa mencantumkan sebagai aktiva berarti tidak ada keharusan mencantumkannya sebagai kewajiban. Hal ini mempunyai dampak positif terhadap kondisi rasio keuangan perusahaan lessee karena transaksi leasing tersebut tidak akan terlihat dalam neraca lessee sebagai komponen utang. Kondisi ini disebut off balance sheet financing.
5.    Arus Dana
Keluwesan pengaturan pembayaran sewa sangatlah penting dalam perencanaan arus dana karena pengaturan ini akan mempunyai dampak yang berarti terhadap pendapatan lessee. Di samping itu, persyaratan pembayaran di muka yang relatif lebih kecil akan sangat berpengaruh pada arus dana terlebih apabila ada pertimbangan kelambatan menghasilkan laba dalam investasi.
6.    Proteksi Inflasi
Leasing dapat merupakan pelindung terhadap inflasi meskipun dalam beberapa keadaan sering dikatakan hal ini kurang relevan. Dalam tahun-tahun berikutnya setelah kontrak leasing dilakukan, khususnya apabila leasing berdasarkan tarif suku bunga tetap,maka lessee akan membayar dengan jumlah tetap atas sisa kewajibannya yang berasal dari pelunasan pembelian yang dilakukan di masa lalu.
7.    Perlindungan Akibat Kemajuan Teknologi
Dengan memanfaatkan leasing, lessee dapat terhindar dari kerugian akibat barang yang disewa tersebut mengalami ketinggalan model dan teknologi disebabkan oleh pesatnya perkembangan teknologi. Dalam suatu kontrak leasing objek leasing sering dimasukkan sebagai perjanjian bahwa barang yang sedang disewa tersebut dapat ditukarkan dengan barang yang serupa yang lebih canggih apabila di kemudian hari terdapat penemuan-penemuan baru yang lebih unggul daripada produk barang yang sama.
8.    Sumber Pelunasan Kewajiban
Pembatasan pembelanjaan dalam perjanjian kredit dapat diatasi melalui leasing karena pada umumnya pelunasan atau pembayaran angsuran hampir selalu diperkirakan berasal dari modal kerja yang dihasilkan oleh adanya barang yang di lease. Sehingga kekhawatiran para kreditor terhadap gangguan penggunaan modal kerja yang akan mempengaruhi pelunasan kredit yang telah diberikan dapat diatasi.
9.    Kapitalisasi Biaya
Adanya biaya-biaya tambahan selain harga perolehan seperti biaya penyerahan, instalasi, pemeriksaan, konsultan, percobaan dan sebagainya dapat dipertimbangkan sebagai biaya modal yang dapat dibiayai dalam leasing dan dapat disusutkan berdasarkan lamanya leasing.
10. Risiko Keusangan
Dalam keadaan yang serba tidak menentu, operating lease yang berjangka waktu relatif singkat dapat mengatasi kekhawatiran lessee terhadap risiko keusangan (obsolescence) sehingga lessee tidak perlu mempertimbangkan risiko pada tahap dini yang mungkin terjadi.
11. Kemudahan Penyusutan Anggaran
Adanya pembayaran sewa secara berkala yang jumlahnya relatif tetap akan merupakan kemudahan dalam penyusunan anggaran tahunan lessee.
12. Pembiayaan Proyek Skala Besar
Adanya keengganan untuk memikul risiko investasi dalam pembiayaan proyek yang seringkali menjadi masalah di antara pemberi dana, masalah tersebut biasanya dapat diatasi melalui perusahaan leasing sepanjang tersedianya suatu jaminan penuh yang dapat diterima dan / serta kemudahan untuk menguasai barang yang dibiayai apabila terjadi suatu kelalaian.
13. Meningkatkan Debt Capacity

Perolehan barang modal melalui leasing tidak otomatis manaikkan debt equity ratio yang mempengaruhi bankability dari lessee yang bersangkutan.