sambutlah pagi dengan senyum kedamaian hingga gelap terbaring di pangkuanmu "( greet the morning with a smile of peace until dark was lying in your lap )"
Showing posts with label manajemen operasional 1. Show all posts
Showing posts with label manajemen operasional 1. Show all posts

Friday, June 27, 2014

PROSES PRODUKSI ( PRODUCTION PROCESS )

Pengertian       
Proses adalah Cara, metode dan teknik bagaimana sumber-sumber (Tenaga kerja, Mesin, Bahan baku dan Dana) yang ada dirubah untuk memperoleh suatu hasil.
Produksi adalah Segala kegiatan untuk mencipta kan atau menambah kegunaan suatu Barang/Jasa.
Jadi Proses Produksi adalah Cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu Barang/jasa dengan menggunakan sumber-sumber/faktor produksi,
Jenis/tipe Proses produksi
Secara ekstrim jenis/tipe produksi dibagi 2:
1. Continous processes
2. Intermittent prosesses
Continous Processes
Continous prosesses adalah Proses produksi Terus-menerus, maksudnya dimana pengerjaan dari suatu produk, peralatan/mesin disiapkan (set up) secara permanen untuk jangka waktu yang panjang/lama selama jenis produk yang dikerjakan sama.
Ciri-ciri Continous processes :

a.       Biasanya produk yang dihasilkan dalam jumlah besar dengan variasi yg kecil/sedikit atau produknya standarisir.
  1. Penyusunan pelatanya berdasarkan produk lay out (departemantation by product) yaitu berdasarkan urutan pengerjaan dari produk yg dihasilkan.
  2. Mesin yang dipakai, Special purpose machine (SPM) yaitu mesin yang dipakai mesin khusus
  3. Pekerja cukup dengan semi skill/setengah ahli, tidak perlu Tenaga kerja yang skillnya tinggi.
  4. Apabila terjadi salah satu mesin rusak/macet seluruh proses produksi terhenti.
  5. Tenaga kerja maintenance, menggunakan specialist maintenance yaitu Tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan  dan pengalaman yang banyak.
  6. Persediaan bahan mentah dan dalam proses relatif rendah.
  7. Material handling biasanya menggunakan fixed path equipment, contoh;       conveyor/ban berjalan.

Kebaikanya :
  1. Unit cost/biaya perunitnya rendah karena produk yang dihasilkan dalam jumlah banyak dan produk yang dihasilkan standarisir
  2. Pemborosan tenaga kerja dapat dikurangi
  3. Labor costnya rendah, karena Tenaga kerja cukup semi skill.
  4. Cost material handling rendah, karena mesin yng satu dengan yang lainnya dekat.
  5. Perencanaan dan pengawasan produksi           mudah.
  6. Routing, schedulling dan dispaching, didalam. Proses perencanaan tidak begitu sulit.
  7. Follow up tinggal membandingkan dengan spesifikasi yg ditentukan.
Kelemahanya :
  1. Kesulitan merubah product design sesuai dengan pemintaan konsumen, karena proses ini cocok untuk demand/permintaan dalam jumlah banyak dan Style prouknya tidak mudah berubah.
  2. Proses produksi akan berhenti semua/keseluruhan apabila salah  satu dari mesin mengalami kerusakan.
  3. Perencanaan produk yang paling sulit, jadi perencanaan produk yang paling penting.

Intermittent Processes.
Intermittent proses adalah Proses produksi terputus-putus. Dimana pengerjaan produk yang akan dihasilkan.
Pealatan/mesin-mesinya disiapkan (set up) untuk jangka waktu pendek dan tidak      permanen, yang mana kemudian dirubah/di set up kembali untuk memprodusir produk lain, tergantung product design yang dikerjakan.         
Ciri-cirinya :
a.       Produk yang dihasilkan biasanya dalam jumlah kecil dengan variasi yang amat banyak dan didasarkan atas pesanan.
b.      Penyusunan mesin/peralatan, menggunakan sistem process lay out (departementation by equipment) yaitu penyusunan mesin berdasarkan fungsi dalam proses produksi atau peralatan yang sama dikumpulkan pada tempat yg sama.
c.       Mesin yang dipakai, bersifat umum General purpose machine (GPM)  yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan macam produk dengan hasil yg hampir sama.
d.      Proses produksinya tidak mudah berhenti karena salah satu mesinya rusak/macet.
e.       Pengawasanya lebih sukar karena mesinya GPM dan pekerjanya banyak macamnya.
f.       Persediaan bahan mentah dan dalam proses relatif lebih tinggi/banyak, karena produknya pesanan.
g.       Penempatan equipment untuk material handling flexible, contoh : forklif, tenaga kerja manusia.
Kebaikanya :
  1. Flexible dalam menghadapi perubahan produk atau permintaan pasar.
  2. Investasi rendah dalam fasilitas, dikarenakan mengnakan GPM.
  3. Proses produksi tidak mudah terhenti apabila terjadi kerusakan disalah satu mesin.
 Kelemahanya :
  1. Routing dan chedulling untuk menjalankan sukar, karena kombinasi urut-urutanya banyak sekali untuk memproduksi satu macam barang.
  2. Pengawasan proses produksi sukar karena poin (1) tsb.
  3. Dibutuhkan investasi dalam bahan mentah dan bahan dalam proses, karena produksinya berdasarkan pesanan. 
  4. Biaya material handling tinggi, karena sebagian besar menggunakan tenaga kerja manusia dan tenaga kerja yang diperlukan tenaga kerja yang mempunyai keahlian/skill.
  5. Kesulitan dalam menetapkan/mengkalkulasi harga dari produk, karena pesanan design produk mengikuti selara/pesanan konsumen. 


PUISI HIJRAH :  https://youtu.be/JEC3ajsD1gM

Wednesday, November 20, 2013

MAINTENANCE ( MT )



Pengertian :
                Maintenance adalah sebagai kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas/peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan atau penyesuaian/penggantian yang diperlukan supaya dapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan apa yang direncanakan.
Peranan Maintenance.
1.       Maintenance adalah salah satu fungsi yang penting didalam perusahaan dan sama pentingnya dengan fungsi-fungsi produksi lainnya. Kelancaran produksi tergantung kepada fasilitas yang terpelihara dengan baik.
  1. Tugas maintenance untuk memelihara menjaga agar setiap peralatan pabrik dapat berfungsi dengan baik.
Tujuan utama dari fungsi MT ini adalah :
  1. Kemampuan produksi dapat memenuhi rencana produksi
  2. Menjaga kualitas produksi
  3. Membantu menjaga modal yang diinvestasikan.
  4. Menjaga agar biaya pemeliharaan serendah mungkin
  5. Menjaga keselamatan pekerja
Jenis  Maintenance.
A.      PREVENTIVE MAINTENANCE
                Adalah : Kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-kerusakan yang tidak terduga.Sebuah fasilitas pabrik dapat digolongkan masuk dalam “Critecal unit” apabila:
  1. Kerusakan fasilitas atau peralatan dapat merusak/membahayakan kesehatan dan keselamatan pekerja.
  2. Kerusakan fasilitas dapat mempengaruhi kualitas produksi.
  3. Kerusakan fasilitas dapat menggentikan seluruh proses produksi
  4. Modal yang ditanam dalam fasilitas tersebut sangat tinggi/mahal
Dalam praktek preventive maintenance dapat dibedakan atas :
1.       Routine Maintenance.
                Kegiatan maintenance ini dilakukan secara terus menerus setiap hari, misal Pembersihan, pengecekan minyak pelumas dan bahan bakar, pemanasan mesin dan sebagainya.
2.        Periodic Maintenance.
}  Kegiatan maintnence ini dilakukan secara berkala, misal satu tahun sekali, setiap jam kerja dalam jumlah tertentu dipenuhi.
}   Pekerjaan periodic maintenance ini jauh lebih berat dibandingkan dengan routin maintenance.
B.      CORRECTIVE  MT ( Breakdown Mt)
                Adalah kegiatan pemeliharaan dilakukan setelah terjadinya suatu kerusakan atau kelainan dari pada fasilitas atau peralatan sehingga tidak berfungsi dengan baik.

}  Dalam perlaksanaan mt terdapat dua persoalan : (Teknis dan Ekonomis) :
Persoalan Teknis
                menyangkut usaha-usaha untuk menghilangkan kemungkinan-kemungkinan timbulnya kemacetan yang disebabkan kondisi fasilitas atau peralatan produksi.Dalam hal ini perlu diperhatikan:
1.Tindakan untuk memelihara/merawat/memperbaiki/mereparasi mesin-mesin
2.Menyediakan komponen atau sparepart yang dibutuhkan
Persoalan Ekonomis
                 yang merupakan persoalan bagaimana kegiatan maintenance yang dibutuhkan secara teknis dapat efesien. Didalam persoalan ekonomis ini perlu diadakan analisa perbandingan biaya antara masing-masing alternative, untuk menentukan :
1. Preventive maintenance atau corrective maintenance.
2.Tempat perbaikan didalam perusahaan atau diluar perusahaan
3. Apakah peralatan yang rusak diperbaiki atau diganti.
}  Jenis pekerjaan maintenance yang umum dilakukan adalah :
1.       Maintenance bangunan
2.       Maintenance peralatan pabrik
3.       Maintenance peralatan elektrik
4.       Maintenance Power plant
5.       Mt penerangan dan ventilasi
6.       Mt peralatan-2 Mh dan pengangkutan
7.       Mt halaman dan taman-taman pabrik
8.       Dll.
}  Tugas-tugas pokok Mt :
  1. Inspeksi (Inspection)
  2. Kegiatan teknik (Engineering)
  3. Kegiatan Produksi (Production)
  4. Kegiatan Administrasi. (Clarical work)
  5. Pemeliharaan bangunan (Housekeeping)
}  Syarat-syarat agar pekerjaan Mt efesien.
  1. Harus ada data mesin dan peralatan
  2. Harus ada planning dan scheduling
  3. Harus ada surat perintah (work orders)
  4. Harus ada persediaan alat- alat/spaeparts
  5. Harus ada catatan (record)
  6. Harus ada laporan Pengawasan dan analisis.


Monday, November 11, 2013

MATERIAL HANDLING (MH)



Pengertian :
MH suatu seni dan ilmu untuk memindahkan, membungkus dan menyimpan bahan-bahan dalam segala bentuk.
Tujuan :
Mencapai pemindahan bahan-bahan yang tertib teratur dan efesien.
EFESIENSI MH
                a. Pengurangan jarak angkut
                b. Pengurangan waktu yg dibutuhkan dalam penganktan
                c. Pemilihan alat angkut :
                                - R. Lebar : Prahoto/truck, tractor, lori-2 kecil dan foreklief
Perencanaan MH :
Unsur-unsur yang harus diperhatikan :
a. Produk : Macam/jenisnya, berat/ringan,cair/padat, besar/kecil (untuk menentukan alat MH).
b. Dari mana kemana bahan dipindah (jauh - dekat).
c. Keadaan ruang : cukup luas/sempit,tingi/rendah.
d. Bentuk gedung : datar/bertingkat.
e. Dana yang tersedia.
Keuntungan apabila Mh direncanakan dengan baik :
  1. Menekan biaya pengendalian bahan-bahan.
  2. Memperlancar pemindahan bahan-bahan.
  3. Pemanfaatan ruangan secara maksimal.
  4. Mengurani kerusakan bahan-bahan.
  5. Mngurangi waktu bongkar muat bahan-bahan.


Definition :
MH is an art and science to move, wrap and store materials in any form.
goals :
Achieve the transfer of materials organized orderly and efficient.
MH efficiency
                 a. Reduction in transport distance
                 b. Reduction in the time required penganktan
                 c. Selection of conveyance:
                                 - R. Width: camion / truck, tractor, lorry-2 small and foreklief

MH Planning :
The elements that must be considered :
a. Products: Various / type, heavy / light, liquid / solid, large / small (to determine the devices MH).
b. Where where the material moved (far - near).
c. State space: wide / narrow, steeper / lower.
d. Building shape: flat / terraced.
e. Funds are available.

Mh advantage if well planned :
1. Reduce the cost of control materials.
2. Facilitate the transfer of materials.
3. Maximum utilization of space.
4. Reducing damage to the materials.
5. Mngurangi time unloading materials.

Thursday, November 7, 2013

METODE PENILAIAN PLANT SITE


Metode penilaian plant site :

Ø  (Sofyan assauri) :
1. Methode penilaian hasil values
2. Methode cost comparasion
3. Methode economic analysis
Ø  (Sukanto R) :
1. Methode kualitatif
2. Methode kuantitatif

1. Metode penilaian hail value
                Semua faktor yang dianggap penting dinilai untuk masing-masing lokasi, lalu nilai yang tinggi kita pilih. (berdasarkan nilai idial yang telah ditetapkan)

2. Metode cost comparision
Menentukan lokasi dengan membandingkan biaya-biaya sampai produk diserahkan kepada pelanggan/pembeli (pasar).

3. metode Economic analysis
                Suatu penilaian lokasi dengan menganalisa biaya-biaya opeasi pada masing-masing alternative ditambah dengan penilaian atas faktor-faktor intangibels yang relavant. (kuantitatif dan kualitatif).

Jenis proses/tipe produksi.
Secara ekstrim jenis/tipe proses produksi dibagi menjdi dua :
-              Continous processes (CP)
-              Intermittennt Processes (IP)

1.       Continous processes (CP)
                (Proses produksi yang terus menerus)   Maksudnya dimana pengerjaan dari produk peralatan/mesin-mesinya disiapkan (set up)secara permanen untuk jangka waktu yang panjang/lama selama jenias produk yang dikerjakan sama.
}  Ciri-2  CP :
                a. Biasanya produk yg dihasilkan dlm jumlah besar dgn variasi sesedikit dan produk standar.
                b. penyusunan peralatan berdasarkan product lay out (berdasarkan urutan pengerjaan dari
                    produk yang dihasilkan).
                c. Mesin yg digunakan special purpose machine (SPM)
                d. Pekerja cukup semi kill/setengah ahli
                e. Apabila salah satu mesin macet seluruh proses produksi terhenti.
                f. Tenaga maintenance menggunakan Specialist maintenance.
                g. Persediaan bahan mentah dan dlm proses rendah.
                h. Material handling biasanya menggunakan  fixed path equipment (contoh : Conveyor)
 Kebaikan CP :
a.       Cost of product per unit rendah
b.      Pembrosan tk dpt dikurangi
c.       Biaya tk rendah
d.      Biaya material handling rendah
e.      Perencanaan dan pengawasan produksi mudah.
f.        Routing, sceduling dan dipaching di dlm proses perencanany sudah tdk begitu sulit.
g.       Follow up tinggal membandingkan dg spesifikasi yg ditentukan.
                          Kelemahan CP :
                a. Kesulitan merubah product design
                b. Proses produksi akan terhenti semua apabila salah satu dr mesin mengalami kerusakan.
                c. Perencanaan produnya yang paling sulit.

2. Intermitten processes (IP)/(Proses produksi terputus putus)
Dimana pngerjaan produk yang dihasilkan, peralatan/mesin-mesinnya disiapkan (set up) untuk jangka waktu pendek dan tidak permanen, yang mana kemudian dirubah/diset up kembali untuk menprodusir produk lain, tergantung product design yang dikerjakan.
}  Ciri-2 IP :
a.       Produk yg dihasilkan biasanya dlm jumlah   sedikit dan disarkan atas pesanan.
b.      Penyusunan mesin-mesin/peralatan berdasarkan process lay out (mesin-mesin/peralatan yg mempunyai fungsi yang sama ditempatkan pd tempat yang sama.
c.       Mesin-2 yang digunakan bersifat umum (GPM)
d.      Pengawasan produksi lebih sulit
e.      Persediaan bahan mentah lebih tinggi
f.        Penempatan equipment untuk material handling flexible (contoh : forklift, tk man).
Kebaiakan IP :
a.       Flexible  dlm menghadapi perubahan produk atau printaan konsumen.
b.      Investasi rendah dlm fasilitas
     Kelemahan IP :
c.       Proses produksi tdk mudah terhenti apabila salah satu mesin rusak.
a.       Routing, scheduling untuk menjalankan proses produksi sulit.
b.      Pengawasan proses produksi juga sulit karena poin (a) tsb.
c.       Dibutuhkan investasi dlm bahan mentah dan dlm proses.
d.      Biaya material handling tinggi krn sebagian besar menggunakan tk manusia.
e.      Kesulitan dlm menkalkulasi/menetapkan harga pokok produk.


" SEMOGA BERMANFAAT "

Thursday, October 24, 2013

PLANT LOCATION (PENENTUAN LOKASI)



Selamat pagi sobat semua,kita bertemu lagi ni dengan posting yang mungkin bisa membantu sobat-sobat semua dalam mata kuliahnya terutama dalam mata kuliah manajemen operasional.langsung saja sobat silahkan di simak postingan di bawah ini.semoga bermanfaat,,,


Plant location / penentuan lokasi akan mempengaruhi kedudukan perusahaan dalam persaingan dan menentukan kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Tujuan penentuan lokasi suatu perusahaan/pabrik dengan tepat ialah untuk dapat membantu perusahaan/pabrik beroperasi atau berproduksi dengan lancar, efektif dan efisien.
Faktor-2 yang mempengaruhi :
1). Faktor primer :
             a. Lingkungan masyarakat                 d. Pasar
             b. SDA/Bahan baku                           e. SDM/Tk
             c. Power Station                                 f. Transportasi
2). Faktor skunder :
  1. Rencana masa depan/ekspansi            e.  Water supply
  2. Biaya tanah/gedung                            f.  T a x
  3. Fasilitas service                                   g.  Iklim.
  4. Fasilitas pembelanjaan
Suburban area.
            Daerah dipinggiran kota besar adalah daerah di kota kecil dekat dengan daerah kota-kota besar.
Daerah ini memiliki  keunggulan-keunggulan antara lain :
  1. Upah tk relatif lebih rendah
  2. Letaknya relatif dekat dg pasar
  3. Harga tanah relatif lebih murah
  4. Banyak hub/jalur transportasi ke kota-2 besar
  5. Dekat dg service industry
  6. Tidak perlu membangun power station sendiri.
  7. Pajak-2 umumnya lebih rendah dr di kota-2 besar
  8. Biaya-2 gudang/bangunan relatif lebih murah/rendah
  9. Tersedia Tk yg cukup banyak
  10. Dibutuhkan sedikt waktu untuk PP dr pekerjaan
  11. Sedikitnya tkt absensi krn kesempatan kerja terbatas
  12. Adanya labor relation yg lebih baik.
Tahap-tahap yang dapat dilakukan dalam memilih lokasi pabrik :
  1. Pemerintah.
            Melihat daerah atau lokasi dimana yg dpt/dibolehkan oleh pemerintah daerah setempat untuk mendirikan pabrik tertentu.
     2. Pengalaman org. lain/sendiri.
            Berkaitan dg spesifikasi dr produk yg dihasilkan dan proses pengerjaanya, mungkin diperlukan kekhususan lokasi yg berkaitan dg faktor-2 premer yg mempengaruhi, (menggunakan methode).
      3. Masyarakat.
             Mempertimbangkan masyarakat didaerah yg telah dipilih berdasarkan poin (2), masyarakat faktor terpenting untuk dipertimbangkan, tdk hanya berdasarkan informasi/keterangan yg benar-2 terjadi tetapi berdasarkan pendekatan atau approximasi thdp masyarakat dilokasi alternatif.
Metode penilaian plant site :
(Sofyan assauri) :
1. Methode penilaian hasil values
2. Methode cost comparasion
3. Methode economic analysis
}  (Sukanto R) :
}  1. Methode kualitatif
}  2. Methode kuantitatif
}  Metode penilaian hail value.
            Semua faktor yang dianggap penting dinilai untuk masing-masing lokasi, lalu nilai yang tinggi kita pilih. (berdasarkan nilai idial yang telah ditetapkan)
2. Metode cost comparision.
            Menentukan lokasi dengan membandingkan biaya-biaya sampai produk diserahkan kepada pelanggan/pembeli (pasar)
3. metode Economic analysis.
            Suatu penilaian lokasi dengan menganalisa biaya-biaya opeasi pada masing-masing alternative ditambah dengan penilaian atas faktor-faktor intangibels yang relavant. (kuantitatif dan kualitatif).