sambutlah pagi dengan senyum kedamaian hingga gelap terbaring di pangkuanmu "( greet the morning with a smile of peace until dark was lying in your lap )"

Saturday, June 22, 2013

REKRUTMEN DAN SELEKSI

REKRUTMEN

Rekrutmen adalah proses mencari, menemukan, mengajak dan menetapkan sejumlah orang dari dalam maupun dari luar sebagai calon tenaga kerja dengan karakteristik tertentu seperti yang telah ditetapkan dalam perencanaan sumber daya manusia.

Tujuan dari rekrutmen adalah mendapatkan calon karyawan sebanyak mungkin sehingga memungkinkan pihak manajemen (recruiter) untuk memilih atau menyeleksi calon sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Semakin banyak calon yang berhasil dikumpulkan maka akan semakin baik karena kemungkinan untuk mendapatkan calon terbaik akan semakin besar.

Hasil yang didapatkan dari proses rekrutmen adalah sejumlah tenaga kerja yang akan memasuki proses seleksi, yakni proses untuk menentukan kandidat yang mana yang paling layak untuk mengisi jabatan tertentu yang tersedia

Rekrutmen Internal dan Rekrutmen Eksternal
  1. Lembaga sektor publik sering melihat staf sendiri untuk mengisi kekosongan. Bahkan, banyak lembaga-lembaga publik memberikan kredit tambahan atau poin kepada karyawan yang sudah pernah bekerja untuk organisasi. Dalam beberapa kasus, mungkin ada perjanjian kerja sama di tempat itu menetapkan bahwa karyawan yang berkuasa harus menerima pertimbangan preferensial. Preferensi untuk karyawan berkuasa juga mungkin ada di banyak lembaga nirlaba di mana stabilitas Program dan koneksi ke sumber-sumber masyarakat dan pendanaan penting. Dalam kasus ini, pengusaha dapat mempertimbangkan pasar tenaga kerja internal. Untuk rekrutmen internal, lembaga perlu proaktif dan memasukkan perencanaan strategis ke dalam praktek sumber daya manusia mereka. Organisasi perlu melacak KSAOCs yang dibutuhkan untuk berbagai pekerjaan dalam organisasi.
  2. Perekrutan eksternal adalah mencari pelamar sesuai kualifikasi dari luar organisasi. Biasanya, lembaga tersebut akan mencari pelamar yang memenuhi syarat dari pasar tenaga kerja yang relevan, didefinisikan oleh keterampilan yang dibutuhkan untuk posisi dan lokasi (wilayah geografis) di mana keterampilan dapat ditemukan.
SELEKSI
          Seleksi adalah proses penentuan, pemilihan dan penetapan orang orang tertentu yang akan diterima sebagai tenaga baru/ pegawai setelah terlebih dahulu diadakan proses rekrutmen.
Bisa juga diartikan seperti sebagai berikut :

1. Metode seleksi diperlukan dengan tujuan mendalami kecocokan kandidat dengan memprediksi             bagaimana mereka dalam mengerjakan pekerjaan di perusahaan ke depannya dengan sukses.

2. Metode Seleksi membutuhkan kegiatan pemilihan terhadap karakteristik pelamar baik pada kompetensi yang dimiliki, pengalaman, kualifikasi, pendidikan, dan pelatihan hingga kepribadian yang sesuai. Kegiatan ini juga digunakan untuk memilih kandidat paling tepat di antara kandidat-kandidat lainnya.

Tahap-Tahap Seleksi

     Proses penyeleksian pegawai melalui beberapa tahap antara lain:
1.      Document tests (kesesuaian calon pegawai dengan ID card, surat berkelakuan baik)
2.      Interview (face to face, diskusi panel, electronic media)
3.      Verbal and Written Test
4.      Psikotest (IQ Test, tes wawasan dasar, tes matematika dasar)
5.      Language test (English and other languages)
6.      Health screening & Drug test

PARADIGMA REKRUTMEN DAN SELEKSI
           Paradigma yang bisa dijadikan pedoman dalam melakukan rekrutmen dan seleksi dalam kaitannya dengan tindakan kerja :
a.  Human Thingking            

Adalah paradigma yang hanya memahami pelamar hanya dari dimensi berfikir saja sehingga dalam proses mencari dan menentukan pilihan hanya dan murni berlandaskan pada sejauh mana kemampuan analisa, menyimpulkan, dan kreativitas alternatif- alternatif untuk menyelesaikan masalah yang dia hadapi sehingga hubungannya hanya dipandang dari relasi berfikir saja.
b.  Human Working           
 Adalah cara pandang yang hanya memahami calon pelamar dari dimensi kerjanya saja. Cara pandang ini melihat dam memahami manusia hanya dari kesiapan mentalnya untuk bekerja dan melakukan segala sesuatu secara konkrit.
c.  Human Original            
Cara pandang seperti ini dalam proses rekrutmen dan seleksi hanya akan mencari dan memilih orang yang belum berpengalaman sama sekali, tidak mesti pintar yang penting bisa dibina, diarahkan dan dibentuk melalui upgreding SDM

Alasan-alasan Dasar Rekrutmen dan Seleksi
• Berdirinya organisasi baru
• Adanya perluasan kegiatan organisasi
• Terciptanya pekerja-pekerja dan kegiatan-kegiatan baru
• Adanya pekerja yang pindah ke organisasi lain
• Adanya pekerja berhenti, baik dengan hormat maupun tidak hormat sebagai tindakan positif
• Adanya pekerja yang berhenti karena memasuki pension• Adanya pekerja yang meniggal dunia

Faktor-faktor Rekrutmen dan Seleksi

1.       Economic Condition
Factor ekonomi sangat mempengaruhi rekrutmen karena akan menentukan penawaran para pelamar bagi pekerja-pekerjaan pemerintah. Perekonomian yang stabil akan mengurangi pemberhetian-pemberhentian di badingkan dengan pekerjaan-pekerjaan di sektor swata.

2.       Political Factor
Faktor-faktor politik mempengaruhi rekrutmen karma adanya kemungkinan terjadinya prioritas-prioritas program pembangunan, yang pada gilirannya akan mempengaruhi permintaan dan penawaran relative bagi berbagai pekerjaan.

3.       Peraturan-peraturan dan Keputusan-keputusan pengadilan
Peraturan-peraturan Affirmatif Action dan keputusan-keputusan pengadilan juga mempengaruhi proses rekrutmen peraturan-peraturan itu menuntut agar instansi-instansi pemerintah untuk lebih terbuka perihal bagaimana mengiklankan lowongan-lowongan kerja. 


Sistem Rekrutmen dan Seleksi            
Secara umum tipologi sistem rekrutmen dan seleksi dapat dilaksanakan dengan dua cara:
1.  Sistem Langsung            
Sistem rekutmen dan seleksi semacam ini adalah sistem yang menerima secara langsung terhadap seorang tenaga baru dengan langsung memberikannya SK dari pimpinan tertinggi atau yang bertangung jawab. Adapun bentuk- bentuknya dapat dikategorikan sebagai berikut:
a.  Pemupukan ekternal
b.  Pemupukan internal
c.  Bentuk terbuka
d.  Bentuk tertutup
2.  Sistem Tidak Langsung              
Sistem ini adalah sistem rekrutmen dan seleksi yang menerima secara tidak langsung terhadap tenaga baru dengan langsung memberikannya SK tetapi SK diberikan setelah tenaga baru melewati masa orientasi yang berfungsi evaluatif selektif dalam jangka waktu tertentu. Adapun bentuknya meliputi:
a.  Orientasi selektif            
 Adalah proses orientasi beberapa orang yang telah diterima untuk bekerja di lembaga namun masih berada dalam bingkai untuk memilih yang terbaik. misalnya setelah A, B dan C dinyatakan diterima untuk bekerja tidak langsung mendapatkan SK dari pimpinan sehingga statusnya bukanlah pegawai tetap. Mereka terlebih dahulu diorientasi dalam waktu satu tahun untuk dievaluasi atau dinilai kinerjanya untuk kemudian dipilih yang terbaik dan sesuai kebutuhan organisasi yang kemudian barulah mereka mendapatkan SK setelah dinyatakan benar- benar diteerima dengan terbitnya SK dari pimpinan tinggi.
b.  Orientasi akumulatif             
Adalah proses orientasi beberapa orang yang telah benar- benar diterima semuanya dengan tujuan hanya untuk mengenalkan dan memantapkan cara berfikir dan bertindak mereka sesuai dengan visi dan misi lembaga.

Pertimbangan-Pertimbangan dalam Proses Rekrutmen dan Seleksi Perusahaan
1. Globalisasi
2. Perkembangan Teknologi
3. Relokasi Industri
4. Sifat Pekerjaan
5. Demografi Tenaga Kerja

 


No comments:

Post a Comment